Upaya pemulihan setelah bencana sering memberikan perhatian lebih untuk pemulihan kerusakan fisik dan perhatian yang rendah diberikan pada upaya pemulihan keadaan mental dan emosional. Terapi kelompok menjanjikan sesuatu yang real dan menjawab tantangan untuk mengatasi permasalahan psikologis pasca bencana. Pasca erupsi Gunung Merapi tahun 2010, banyak organisasi non pemerintah yang terlibat pada program pemulihan awal. 

Salah satu organisasi tersebut adalah Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) yang melakukan program Terapi Kelompok Pemberdayaan Diri untuk pemulihan stres dan trauma (PPSTK) secara intensif di sebuah dusun yang terletak hanya 7 km dari puncak Merapi. Dampak program dianalisis menggunakan pendekatan difference and difference dengan pengamatan status kesehatan mental melalui checklist PSTD dan skala Depresi dari Pusat Studi Epidemiologis (CESD).

Terapi Kelompok Pemberdayaan Diri berpengaruh positif pada pemulihan kesehatan mental pasca erupsi Merapi tahun 2010. Analisis difference and difference antara data masyarakat yang mendapatkan program dan masyarakat di daerah kontrol menunjukkan bahwa program trauma healing dengan Terapi Kelompok Pemberdayaan Diri secara signifikan mengurangi 11 dari 17 gejala PSTD, yang mencapai 7%19% pengurangan. Program ini memiliki pengaruh yang baik pada peningkatan kepercayaan diri termasuk merasa sama baiknya dengan orang lain (28%) dan penuh harapan tentang masa depan (15%).

 

Sumber : http://ejournal.unbi.ac.id/index.php/semnaspsikologibencana/article/view/74/53

Share