Napi di LP Wirogunan Ikuti Terapi Pemberdayaan Diri

Napi di LP Wirogunan Ikuti Terapi Pemberdayaan Diri 

Indriyani Teteskan Air Mata Gembira

Sekitar 24 narapidana wanita di LP kelas II-A Wirogunan Yogyakarta, Jumat (1/2) siang kemarin tampak bergembira. Mereka bisa bebas berekspresi saat mengikuti program pelatihan pemberdayaan mental dan emosional di LP tersebut.

Mereka bernyanyi bersama, berjoget bebas, dan berpose se-ekspresif mungkin di depan kamera fasilitatronya dari One Earth Integral Education Foundation. Indriyani, seorang narapidana bahkan sampai menangis karena tak kuat menahan kegembiraannya itu.

“Kami sangat berterima kasih. Ini pengalaman yang menyenangkan bagi kami,” ucapnya, sembari meneteskan air mata gembira di depan fasilitator dan penghuni LP lainnya. Pelatihan bertema Self Empowerment for Woman tersebut digelar oleh One Earth Integral Education Foundation, lembaga yang bergerak di bidang holistik, mental dan emosional. Rencananya, pelatihan yang dimaksudkan sebagai upaya pemberdayaan diri napi wanita ini digelar empat kali. Selain Jumat ini, pelatihan lanjutan akan berlangsung pada Jumat di pekan-pekan berikutnya.

Untuk pertama kalinya, para napi wanita mendapat materi self empowerment with love. Intinya, para fasilitator mengajak napi wanita untuk saling memberi rasa sayang kepada orang lain. Namun, para napi perempuan itu harus lebih dulu menyayangi dirinya sendiri.

Sejak pagi acara pelatihan dimulai, fasilitator dari One Earth Integral Education Foundation yang berjumlah lebih dari 5 orang itu mengajak napi wanita bernyanyi bersama, bermain, dan melakukan pernafasan perut. Fasilitator serta napi wanita lainnya juga berteriak tanpa beban. Usai luapan kegembiraan itu, Indriyani lalu menerima kaus pemberian dari fasilitator. “Siapapun kau, aku sayang kau,” katanya, membaca tulisan pada kaus yang juga diterima rekan-rekannya.

Fasilitator program tersebut, Novi Pravitasari mengatakan, pelatihan itu sebagai upaya pemberdayaan diri napi wanita. “Mereka rentan ketika keluar LP nanti, kadang kurang percaya diri. Pelatihan ini agar mereka punya rasa percaya diri,” kata Novi.

Kepala LP klas II-A Wirogunan Yogyakarta, Riyanto, mengakui kegiatan tersebut akan sangat membantu penghuni LP meningkatkan percaya diri. Pasalnya, tidak jarang beberapa dari mereka terlihat murung. “Hanya kebetulan kalau wanita jarang tertekan selama ini. Tadi pagi malah pria ada yang murung. Lain waktu harus ada pelatihan serupa untuk napi pria. Kami juga memberi kesempatan konsultasi di LP,” kata Riyanto.

Dimuat Tribun Jogja 2 Februari 2013

Share/Bookmark